Resume : Peran Mahasiswa Kesehatan dalam Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

 


Materi PKKMB oleh Bu Catur Wulandari, S.S.T., M.Gizi

Pada kegiatan PKKMB, Bu Catur Wulandari, S.S.T., M.Gizi menyampaikan bahwa mahasiswa kesehatan tidak hanya hadir di kampus untuk mengikuti perkuliahan, tetapi juga memiliki peran penting dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pertama adalah pendidikan menjadi hak sekaligus kewajiban baik bagi dosen maupun mahasiswa. Dosen berkewajiban memberikan pelajaran, sedangkan mahasiswa berhak menerima serta mendengarkan pelajaran. Namun, peran mahasiswa tidak berhenti hanya pada kegiatan mendengarkan kuliah dan pulang, melainkan juga mengembangkan diri melalui dua pilar lainnya, yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat. 

Kedua, penelitian menjadi bagian penting karena dapat meningkatkan pemahaman akademik mahasiswa. Dengan melakukan penelitian, mahasiswa dapat belajar berpikir kritis, menguji teori, dan membedakan diri dari orang yang tidak berpendidikan formal. Selain itu, penelitian melatih keterampilan riset seperti cara mengumpulkan data, menganalisis informasi, dan menyusun laporan ilmiah. Kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan komunikasi, sebab ketika menulis penelitian, mahasiswa belajar menyampaikan gagasan secara runtut dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mahasiswa dapat berkolaborasi dengan dosen, sebab dalam setiap proposal penelitian dosen diwajibkan melibatkan mahasiswa. Bentuk penelitian mahasiswa beragam, misalnya penelitian skripsi (internal), hibah penelitian dari LPPM UNUSA, atau program eksternal seperti MBKM dan PKM-P yang berasal dari Kemdikbudristek. Mahasiswa yang aktif melakukan seminar atau pengajuan proposal dapat memenuhi syarat penelitian internal maupun eksternal, bahkan berkesempatan memperoleh dana penelitian.

Ketiga, pengabdian kepada masyarakat Pilar ketiga dari Tridharma adalah pengabdian kepada masyarakat. Bagi mahasiswa kesehatan, pengabdian memiliki makna khusus karena langsung berkaitan dengan penerapan ilmu kesehatan dan gizi untuk membantu masyarakat. Kegiatan pengabdian bisa berupa edukasi gizi, pelayanan kesehatan, pendampingan masyarakat, maupun inovasi pangan lokal yang bergizi. Melalui pengabdian, mahasiswa belajar untuk tidak hanya berteori, tetapi juga mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata, menyelesaikan persoalan masyarakat, serta membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sosial. Pengabdian juga melatih kepekaan sosial dan empati mahasiswa. Dengan turun langsung ke masyarakat, mahasiswa menyadari bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah harus bermanfaat. Inilah yang menjadikan mahasiswa berbeda dari sekadar lulusan akademik: mereka mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Materi yang disampaikan oleh Bu Catur Wulandari menegaskan bahwa mahasiswa fakultas kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi. Pendidikan bukan hanya kewajiban dosen untuk mengajar dan mahasiswa untuk menerima, tetapi harus dikembangkan melalui penelitian dan pengabdian masyarakat. Melalui penelitian inilah mahasiswa dapat berpikir kritis, menguji teori, melahirkan pengetahuan baru dan meningkatkan keterampilan akademik. Sedangkan melalui pengabdian, mahasiswa belajar mengaplikasikan ilmu untuk kepentingan masyarakat luas.

Dengan demikian, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya datang ke kelas, mendengarkan kuliah, lalu pulang. Mahasiswa dituntut untuk aktif, kritis, inovatif, dan bermanfaat melalui peran dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Esensi dari Tridharma Perguruan Tinggi yang akan membentuk mahasiswa menjadi insan akademis unggul sekaligus insan sosial yang peduli.

Comments

Popular posts from this blog

Resume Day One - PKKMB

Inovasi Biskuit ‘Fishbean’ Berbasis Pangan Lokal Kaya Protein dan Vitamin A

Kisah Hanif Raih Medali Kejuaraan POMPROV