Resume Day One - PKKMB




Dalam rangka kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) yang diikuti oleh para calon mahasiswa baru meskipun dilakukan secara online, antusiasme mereka tetap tak kalah serunya dalam memeriahkan kegiatan ini. Terutama saya selaku salah satu calon mahasiswa baru Unusa dari fakultas kesehatan prodi gizi. Berikut adalah resume materi hari pertama yang saya ambil dari tiga pemateri dari pemateri lainnya.

Pemateri pertama dari Prof, Yudi Latif, MA., Ph.D, yang membawakan tema "Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara". Beliau menekankan pentingnya memahami identitas bangsa serta menjaga persatuan di tengah perbedaan. Kesadaran bela negara bukan hanya sebatas pertahanan militer saja melainkan juga mindset atau pikiran kita sendiri juga mempengaruhi hal tersebut. Serta berkontribusi dalam membangun bangsa melalui pendidikan, kerja keras, dan sikap toleransi. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kritis sekaligus optimisme. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya sekadar menimba ilmu, tetapi penting dalam membentuk diri menjadi warga negara yang bertanggung jawab, tangguh, dan penerus bangsa berikutnya.

Selanjutnya, Bapak Erisandy Yudhistira sebagai pemateri kedua yang membawakan materi berfokus pada "Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa". Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya mahasiswa untuk mulai mengelola keuangan pribadi secara bijak sejak dini. Beberapa poin penting yang saya tangkap antara lain yaitu, Perencanaan keuanganPengendalian pengeluaran yang dimana beliau menekankan pentingnya hidup hemat dan disiplin dalam menggunakan uang saku dan agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari tanpa harus berutang, serta beliau mengajak mahasiswa menabung dan investasi sederhana  dan mengenal bentuk-bentuk investasi dasar, seperti emas, reksa dana atau crypto. Dalam bagian materi yang membahas tentang tantangan keuangan mahasiswa. 

Bapak Erisandy juga menyinggung fenomena “pay later” atau layanan beli sekarang bayar nanti. Beliau mengingatkan bahwa meskipun layanan “pay later” terlihat memudahkan, penggunaan tanpa perencanaan dapat menjadi jebakan keuangan yang justru membebani mahasiswa di masa depan. Banyak mahasiswa tergiur menggunakan “pay later” untuk membeli barang konsumtif atau memenuhi gaya hidup, padahal kemampuan finansial mereka terbatas.

Terakhir, dari Bapak Hari Prianto, S.E. yang menyampaikan bahwa mahasiswa adalah generasi penerus bangsa dan harus menjauhi narkoba karena dampaknya sangat merusak, baik fisik, mental, maupun masa depan. “Pecandu itu bukan kriminal, tapi korban,” ucap beliau. Pecandu narkoba, menurutnya memerlukan rehabilitasi bahkan seumur hidup, sehingga pencegahan jauh lebih penting dan harus dimulai dari diri sendiri.

Beliau juga menambahkan bahwa kecanduan lain, seperti media sosial, bisa menyerupai narkoba karena sama-sama menimbulkan ketergantungan dan menghambat produktivitas. Maka dari itu, mahasiswa diajak untuk meningkatkan kesadaran, membatasi diri, dan membangun lingkungan yang sehat agar terhindar dari berbagai bentuk kecanduan. Pesan beliau, mahasiswa harus mampu menjadi generasi produktif, berprestasi, serta menghidupkan nilai rahmatan lil ‘alamin yaitu membawa kebaikan dan kebermanfaatan bagi sesama.

Melalui ketiga materi yang saya ambil diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa pada hari pertama PKKMB UNUSA, para calon mahasiswa baru diharapkan mampu berfikir kritis dalam membangun kehidupan berbangsa, meningkatkan literasi keuangan, serta memahami seberapa bahayanya narkoba untuk kita semua. Semoga ilmu dan pengalaman ini menjadi bekal awal untuk perjalanan panjang saya di dunia perkuliahan.

for info : - Facebook
               - Instagram 
               - Youtube 
               - Twitter ( X ) 
               - Tiktok 

Comments

Popular posts from this blog

Inovasi Biskuit ‘Fishbean’ Berbasis Pangan Lokal Kaya Protein dan Vitamin A

Kisah Hanif Raih Medali Kejuaraan POMPROV