Inovasi Biskuit ‘Fishbean’ Berbasis Pangan Lokal Kaya Protein dan Vitamin A

PENDAHULUAN

Masa pertumbuhan anak usia 6–24 bulan merupakan periode emas (golden age) yang dimana masa tersebut menentukan kualitas kesehatan di masa depan. Kebutuhan gizi pada anak akan meningkat pesat di fase ini. Sedangkan ASI saja tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu, diperlukan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi seimbang, mudah diterima anak, dan pastinya mudah terjangkau.

Salah satu yang menjadi permasalahan utama dalam pemenuhan gizi balita adalah tingginya angka stunting dan defisiensi gizi mikro, apalagi pada protein dan vitamin A. Memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai sumber protein dan vitamin A menjadi solusi strategis. Produk pangan lokal yang inovatif, seperti biskuit “Fishbean”, telah digunakan sebagai pengganti MP-ASI dengan kandungan gizi yang lebih baik.

Biskuit “Fishbean” adalah produk olahan berbahan dasar ikan patin (Pangasius sp.) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris L.)Ikan patin dipilih karena kaya protein hewani dengan asam amino esensial lengkap, serta mengandung vitamin A, vitamin D, dan asam lemak omega-3. Dan kacang merah dipilih karena memberikan kontribusi protein nabati, serat pangan, zat besi, serta antioksidan alami. Kombinasi keduanya menghasilkan produk biskuit dengan tekstur renyah, rasa gurih yang disukai anak, sekaligus bernilai gizi tinggi.


KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT

  1. Protein Tinggi

    • Protein dari ikan patin dan kacang merah berperan penting dalam pembentukan jaringan tubuh, enzim, serta mendukung pertumbuhan optimal anak.

  2. Vitamin A

    • Kandungan vitamin A pada ikan patin berfungsi menjaga kesehatan mata, meningkatkan imunitas, dan mencegah risiko xerophthalmia ( gangguan pada mata akibat kekurangan vitamin A ).

  3. Zat Besi & Asam Folat

    • Dari kacang merah, bermanfaat mencegah anemia defisiensi zat besi pada balita.

  4. Asam Lemak Omega-3

    • Membantu perkembangan otak dan sistem saraf anak.

Dengan kandungan tersebut menunjukkan bahwa biskuit “Fishbean” mampu menjadi alternatif MP-ASI lokal yang memenuhi sebagian kebutuhan gizi makro dan mikro harian balita.


KEUNGGULAN PRODUK 

  1. Memanfaatkan ikan patin dan kacang merah yang mudah diperoleh di berbagai daerah Indonesia.

  2. Biaya lebih murah dibandingkan produk impor atau komersial.

  3. Meningkatkan pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui budidaya ikan dan kacang.

  4. Daya Terima Tinggi dari segi rasa gurih ikan berpadu dengan kacang merah yang manis alami membuat biskuit disukai anak-anak.


ANCAMAN DAN PENGEMBANGAN

Meskipun potensial, ada beberapa ancaman yang perlu diatasi yaitu diperlukannya teknologi pengolahan dan pengemasan agar biskuit lebih tahan lama dan perlunya uji laboratorium untuk memastikan konsistensi kandungan gizi, selain itu sosialisasi tentang manfaat kini sangat perlu untuk dilaksanakan untuk memperluas pemakaian. Selanjutnya diperlukannya penelitian lebih lanjut tentang uji organoleptik, uji klinis pada balita, serta analisis biaya produksi akan memperkuat posisi biskuit “Fishbean” sebagai alternatif MP-ASI.


KESIMPULAN

Biskuit “Fishbean” berbasis ikan patin dan kacang merah merupakan inovasi pangan lokal yang menjanjikan. Produk ini kaya akan protein dan vitamin A, serta memiliki keunggulan dari segi ketersediaan bahan, harga terjangkau, dan daya terimanya. Dengan pengembangan berkelanjutan, biskuit “Fishbean” dapat menjadi salah satu solusi nyata dalam meningkatkan status gizi balita Indonesia dan menurunkan angka stunting.


DAFTAR PUSTAKA

Yuliantini, E., Kamsiah and Meriwati. (2018) ‘Biskuit “Fishbean” sebagai alternatif MP-ASI lokal tinggi protein dan vitamin A’, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITEK), 11(1), pp. 20–28.


For More Info: - Unusa

                         - Fakultas Kesehatan

Comments

Popular posts from this blog

Resume Day One - PKKMB

Kisah Hanif Raih Medali Kejuaraan POMPROV