Resume : Organization to Leadership, Personal Branding for the Next Generation

 


Materi PKKMB oleh Bu Atik Qurrota A’yunin Al Isyrofi

Dalam penyampaian materi di zoom Fakultas Kesehatan dengan tema “From Organization to Leadership: Personal Branding for the Next Generation”, Bu Atik Qurrota A’yunin Al Isyrofi menuturkan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah–pulang, kuliah–pulang) di UNUSA. Mahasiswa tipe ini cenderung kesulitan untuk berprestasi, karena tidak memanfaatkan kesempatan yang ada di luar kelas untuk mengembangkan diri. Beberapa poin yang dapat saya tangkap dari pemaparan Bu Atik Qurrota A'yunin Al Isyrofi.

1. Organisasi

Organisasi merupakan sebuah proses yang merancang struktur formal, mengelompokkan, mengatur, serta membagi tugas di antara para anggota demi mencapai tujuan bersama. Unsur dasar organisasi antara lain:

  1. Tujuan bersama → seluruh anggota harus kompak dalam mencapai sasaran.

  2. Pembagian tugas → setiap individu memiliki peran yang jelas.

  3. Kerja sama → kolaborasi antaranggota menjadi kunci keberhasilan.

Organisasi tidak harus selalu berbentuk BEM atau HIMA. Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan kelompok, kepanitiaan, maupun komunitas juga merupakan bagian dari organisasi yang dapat melatih mahasiswa.

2. Kepemimpinan

"Kepemimpinan bukan hanya soal siapa yang memimpin, tetapi juga bagaimana semua anggota dapat berperan. Pemimpin yang baik mampu berkolaborasi dengan anggotanya, mengarahkan orang lain, dan memengaruhi aktivitas kelompok untuk mencapai tujuan" tutur Bu Atik dalam penyampaiannya.

Bu Atik menekankan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Mengenali diri sendiri.

  • Memahami situasi yang sedang dihadapi.

  • Memilih gaya kepemimpinan sesuai kondisi.

  • Memenuhi kebutuhan tugas, individu, dan kelompok.

Selain itu, kepemimpinan dipengaruhi oleh karakter yang mendalam. Pemimpin yang efektif harus lebih mengandalkan personal power (kekuatan dari kualitas diri) dibandingkan positional power (kekuatan dari jabatan semata).

3. Soft Skills dan Hard Skills

Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik (hard skills), tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan non-akademik (soft skills). Berdasarkan beberapa jurnal, jalannya menuju kesuksesan terdiri dari 80% soft skills dan hanya 20% hard skills. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu menyeimbangkan keduanya, sebab keduanya saling melengkapi dalam membentuk kualitas diri yang utuh.

4. Personal Branding

Menurut yang telah dijelaskan oleh Bu Atik, beliau memaparkan bahwa Personal branding adalah bagaimana seseorang dikenal dan dibedakan dari orang lain. Personal branding bukan sekadar kata-kata, tetapi tercermin dari tindakan nyata. Bu Atik memberikan ilustrasi sederhana: “Langit tidak pernah berkata bahwa ia tinggi, tetapi semua orang tahu bahwa langit itu tinggi.” Artinya, personal branding bukan dibentuk oleh banyak omongan, melainkan oleh konsistensi sikap, prestasi, dan nilai kita tunjukkan. Dengan membangun personal branding yang positif, mahasiswa akan lebih mudah diingat, dihargai dan dipercaya baik di lingkungan kampus maupun di dunia kerja nantinya.

Kesimpulan

Materi dari Bu Atik Qurrota A’yunin Alisyrofi menekankan bahwa organisasi, kepemimpinan, dan personal branding adalah satu kesatuan penting dalam membentuk generasi mahasiswa di masa depan. Mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada kegiatan akademik, tetapi harus aktif di organisasi untuk melatih kepemimpinan, mengasah soft skills, serta membangun personal branding.

Melalui pengalaman berorganisasi, mahasiswa belajar mengelola diri, bekerja sama, dan menampilkan kualitas terbaiknya. Dengan begitu, mereka siap menjadi pemimpin yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu memberi dampak positif di masyarakat.

Comments

Popular posts from this blog

Resume Day One - PKKMB

Inovasi Biskuit ‘Fishbean’ Berbasis Pangan Lokal Kaya Protein dan Vitamin A

Kisah Hanif Raih Medali Kejuaraan POMPROV